Pemerintah
Kabupaten Bima

Terwujudnya Kabupaten Bima Yang RAMAH
(Religius, Aman, Makmur, Amanah, Handal)

Berita terkini
  • Kapolda Gelar Silaturahmi Perdana Dengan Sejumlah Unsur di Kabupaten Bima
  • Bupati Bima Roadshow ke Sejumlah Satker Kementerian PUPR 
  • Pemkab Bima Segera Tangani ABK Warga Bugis - Sape Yang Ditemukan Selamat 
  • Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Bupati Minta  Pejabat Tunjukkan Kinerja
  • Pemkab Bima Sikapi Pembongkaran Atap Mushola di  Desa Tambe-Bolo
  • Bupati Bima: Kabupaten Bima Siap berpartisipasi pada Event SGA  2022
Bupati Bima: Kabupaten Bima Siap berpartisipasi pada Event SGA  2022

Rizal | 14 Januari 2022

Bagikan : Second slide Second slide

WARTA KOMINFO. The La Tofi School of CSR selaku penyelenggara Sumbawa Green Award (SGA) tahun 2022  akan memberikan penghargaan lingkungan hidup kepada Pemerintah desa hingga  Kepala Daerah se-pulau Sumbawa yang telah melakukan inisiatif lingkungan yang membawa signifikan terhadap lingkungan hidup. Sehubungan dengan event tersebut Kamis (13/01) Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE melakukan pertemuan dengan La Tofi selaku pimpinan lembaga penyenggara.

 "Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas kegiatan penganugerahan ini sebagai salah satu langkah nyata bagi kelompok masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan dengan tetap melibatkan masyarakat mengelola sumberdaya alam yang ada secara berkelanjutan. Demikian Ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE menerima  kunjungan Pimpinan La Tofi Foundation Kamis (13/01) di Ruang Kerja Bupati Bima. 

Bupati yang didampingi  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Ir. Jaidun, Kepala Bagian SDA, Kabag Kerjasama dan Kabag Hukum Sekretariat Daerah mengemukakan, Pimpinan daerah mengapresiasi event ini untuk mendorong masyarakat mengembalikan fungsi hutan. Meskipun di Kabupaten Bima sendiri sudah ada aturan, misalnya bagi yang sudah menikah wajib menanam pohon, demikian halnya bagi yang mengurus akte kelahiran anak harus menanam pohon. Upaya-upaya seperti ini perlu penyegaran kembali agar peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan  terus meningkat. Soal pelestarian lingkungan, "kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, tetapi yang terpenting adalah bagaimana bersinergi untuk mengembalikan fungsi lingkungan, sehingga banjir yang selama ini menjadi ancaman, bisa dihindari. Ungkap Bupati.

Berkaitan dengan pengelolaan lingkungan ini, Pemerintah daerah juga akan mendorong pemerintah desa agar pemanfaatan dana desa tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan  infrastruktur dan SDM, tetapi juga   digunakan bagi pengelolaan lingkungan. 

Perangkat daerah terkait akan melakukan sosialisasi pada 191 desa agar ada gambaran untuk menindaklanjuti lomba ini. "Menjadi juara bukan tujuan utama, tetapi bagaimana memberikan semangat yang sama di tingkat kecamatan dan desa untuk kembali aktif terlibat di dalam pengelolaan hutan menjadi fokus kita bersama". Imbuh Bupati.

La Tofi, yang juga pimpinan  The La Tofi School of CSR (LCSR), LCSR selama ini telah sukses menyelenggarakan Indonesia Green Awards dan Nusantara CSR Awards, event tahunan yang sudah dilaksanakan selama kurun 13 tahun. 

"Dalam penyelenggaraan Sumbawa Green Award ini terdiri dari beberapa  kategori yaitu mempertahankan dan mengembangkan area tutupan hijau, Kategoti mengembangkan pertanian/peternakan berkelanjutan, melakukan konservasi di laut dan pulau-pulau kecil, Pengelolaan sampah dan edukasinya bagi warga dan kategori mengembangkan desa/kampung wisata konservasi alam. Pada akhir Januari akan ada aturan teknis penilaian dan mulai bulan  Februari  sampai  dengan Juli dilakukan pendaftaran dan pada bulan  September mendatang akan diberikan penghargaan kepada para pemenang lomba". Jelasnya.

Kita menghijaukan Bima bukan melarang orang untuk beraktifitas, tetapi bagaimana mendorong cara berpikir masyarakat untuk menanam pohon yang bisa menyuburkan tanah, agar tanah mempunyai humus. Nantinya, pengadaan bibit pohon bisa di dukung oleh CSR dari sejumlah perusahaan yang mendukung kegiatan.     Yang paling penting adalah bagaimana instansi terkait melakukan sosialisasi supaya tersebut  sehingga perubahan pola pikir (mindset)  masyarakat, disamping pada saat yang sama menerbitkan regulasi yang disepakati agar melarang penebangan pohon  serta wajib menanam pohon baru yang produktif di halaman, lahan kebun maupun area lainnya.  Semua inisiatif ini dalam jangka panjang bisa berdampak secara ekonomis terhadap warga". Tutup La Tofi.
 

[Tim Komunikasi Publik Dinas Kominfo dan Statistik Kab. Bima]

Second slide

JL. SOEKARNO HATTA NO. 1 KOMPLEK KANTOR BUPATI BIMA GODO-WOHA KABUPATEN BIMA

Second slide

PPID UTAMA
DINAS KOMINFO DAN STATISTIK KABUPATEN BIMA
JALAN GAJAH MADA NO. 100 RABA-BIMA

Second slide Second slide Second slide