WARTA KOMINFO. Pemerintah Kabupaten Bima terus memacu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan literasi dan numerasi. Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan konsolidasi program prioritas yang melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendidikan, Kemenag, STKIP Taman Siswa Bima, serta program kemitraan Australia-Indonesia, INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) Fase 3. Selasa (10/03/2026) di Aula Kampus STKIP Taman Siswa Bima.
Transformasi Pendidikan sebagai Pilar IPM
Plt. Kepala BAPPEDA Kabupaten Bima, Taufik, ST.,MT dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada daya saing, yang diukur melalui serapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas SDM.
"Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bima saat ini telah meningkat ke level tinggi. Lompatan signifikan ini merupakan kontribusi nyata dari sektor pendidikan. Namun, tantangan ke depan tetap besar, terutama dalam peletakan dasar transformasi pendidikan serta peningkatan SDM," ujarnya.
Taufik juga menyoroti pentingnya perbaikan manajemen dan tata kelola kebijakan di tingkat satuan pendidikan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap fokus INOVASI Fase 3 yang mencakup literasi, numerasi, pendidikan karakter, hingga kepemimpinan transformasional sekolah/madrasah.
Provincial Manager INOVASI NTB, Jamaruddin, pada kesempatan yang sama, menegaskan komitmennya untuk mendesain program bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Konsolidasi program prioritas dimaksudkan dalam upaya membangun kesepahaman terkait strategi pengelolaan program secara efektif dan berkesinambungan antara pemangku kebijakan serta aktor kunci (pengawas - perwakilan satuan pendidikan) yang akhirnya mengembangkan kompetensi literasi, numerasi dan penguatan karakter peserta didik, “ urai Jamaruddin.
Sinergi Program Prioritas Daerah dan Kemenag
Dalam sesi konsolidasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bim, H. Fathurahman, S.Pd.,M.Pd sejumlah agenda utama pembangunan pendidikan di Kabupaten Bima.
Dipaparkannya, Pemerintah akan fokus pada peningkatan mutu, pemerataan akses, digitalisasi, revitalisasi sarana prasarana, serta penguatan budaya lokal.
Sedangkan Kemenag (Kementerian Agama) melalui Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Husni Mubarak, MA, memaparkan visi pendidikan unggul terintegrasi melalui digitalisasi layanan, penguatan kompetensi pendidik (PKB), serta penanaman nilai moderasi beragama.
Strategi Baru INOVASI Fase 3: Penguatan Ekosistem
Perwakilan INOVASI, dr. Lalu Ari Irawan selaku ecosystem coordinator, menjelaskan bahwa pada Fase 3 ini, strategi bergeser dari solusi tingkat sekolah menuju penguatan ekosistem.
Dijelaskannya, strategi utama INOVASI Fase 3 tidak lagi berfokus pada solusi tingkat sekolah/madrasah, melainkan fokus pada bagaimana semua aktor yang relevan di dalam ekosistem dapat bergerak bersama sehingga sekolah dan madrasah lebih efektif.
“Fokus utamanya INOVASI Fase 3 adalah : kurikulum dan penilaian, praktek mengajar guru, kepemimpinan sekolah/madrasah, serta isu inklusif kesetaraan gender dan disabilitas, “ tambahnya.
Dalam memperkuat ekosistem, INOVASI akan berperan sebagai jembatan kemitraan, penyedia dukungan teknis dari para ahli, serta fasilitator uji coba solusi inovatif melalui hibah kecil. Disamping mengumpulkan dan berbagai data/informasi/pembelajaran melalui monitoring, evaluasi dan reflekksi kolaboratif.
“Fokus utama tetap pada kurikulum, praktik mengajar guru, kepemimpinan, serta isu inklusif seperti kesetaraan gender dan disabilitas, “ tutupnya.
Tanggapan dan Rencana Tindak Lanjut
Raani Wahyuni, Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Bima menekankan perlunya sinkronisasi antara misi kepala daerah dengan program-program INOVASI.
“Sinkronisasi serta connecting misi kepala daerah menjadi landasan utama dalam capaian target dan penyusunan program prioritas sehingga daerah mampu untuk mengeksplorasi praktik baik yang kontekstual dan menjadikannya basis perubahan perilaku secara fundamental, “ urai Raani Wahyuni.
Sebagai langkah nyata, pertemuan ini ditutup dengan sesi diskusi refleksi mengenai kendala pengimbasan materi literasi yang selama ini dilakukan yang dipandu oleh Muh. Ali Akrom sekaku education coordinator INOVASI.
Peserta sepakat untuk segera menyusun langkah tindak lanjut, termasuk penentuan sekolah-sekolah yang akan menjadi pilot project (proyek percontohan) untuk transformasi pendidikan di Kabupaten Bima.
[Tim Komunikasi Publik Dinas Kominfo dan Statistik Kab. Bima]