Tingkatkan Pengembangan Pariwisata, Dispar Lakukan Konsultasi Publik RANPERDA RIPPARDA Dan Kajian Desa Wisata

Rizal | 19 Desember 2019



Warta Kominfo. Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan RANPERDA RIPPARDA serta Forum Discussion Group (FGD) desa Wisata diantaranya adalah memberikan arah kebijakan dalam membangun kepariwisataan yang dilandasi dengan kebijakan pembangunan kawasan, seperti diuraikan Kepala Dinas Pariwisata, Drs. Dahlan H. Muhammad saat memberikan arahan.

Kegiatan konsultasi publik RAPERDA RIPPARDA dan Kajian Desa Wisata dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Bagian Hukum, Bagian Sumbar Daya Alam Setda Kabupaten Bima, Dinas Pemeberdayaan Masyarakat Desa serta leading sektor terkait bertempat di gedung PKK Kabupaten Bima, Rabu (18/12).

Disampiing itu, kegiatan dimaksudkan juga untuk memberikan pedoman tentang perencanaan yang dibutuhkan dalam pembangunan pariwisata kawasan, memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai pengembangan potensi kebudayaan dan pariwisata kawasan yang meliputi daya tarik wisata, usaha sarana wisata, usaha jasa wisata dan usaha lain pendukung pariwisata.

“RIPPARDA kawasan dapat menjadi acuan bagi seluruh stakeholder terutama Dinas Pariwisata di kawasan agar dapat bekerjasama secara positif dalam mekanisme kerjasama untuk pengembangan kepariwisataan, “tutup Dahlan.

Seperti diketahui, penyusunan Raperda ini diatur dalam ketentuan Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Kemudian, yang menjadi dasar acuan penyusunan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 dan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pada tahap perumusan strategi, tercapai pembentukan desa wisata di 35 Desa di Kabupaten Bima, peneliti menggunakan teknik analisis SWOT. Perumusan rencana strategis pengembangan desa wisata berbasis pada keunikan dan sektor unggulan lokal (kelautan, pertanian, peternakan, perikanan dan ekonomi kreatif dll) serta melalui pendekatan partisipatif - Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Base Tourism) pembangunan pariwisata, yang di dukung implementasi rencana strategis.

Berdasarkan hasil survey dan kajian potensi 15 desa wisata dapat dikategorikan ke beberapa kriteria yaitu, Desa wisata agro, bahari, pemberdayaan, iptek, budaya, alam, kreatif, perkembangan tercepat, jejaring bisnis dan perintis. Klasterisasi daya tarik desa wisata terpilih yaitu 15 desa wisata Kabupaten Bima merupakan desa wisata yang akan menjadi sasaran pertumbuhan ekonomi lokal di masa yang akan datang.

[Tim Komunikasi Publik Diskominfostik bekerjasama dengan Dinas Pariwisata]


> Cegah Anemia,  Dikes Berikan TTD Kepada Siswi
> Inspektur : Pelaporan LHKPN Kewajiban Setiap Pejabat
> Bupati Bima Serahkan Hibah Mesin Dan Peralatan Senilai Rp 1,65 Milyar
> Fahrurahman: "Pemeringkatan PPID, Wujud Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Informasi Publik
> Tiga Badan Publik Raih Peringkat Terbaik Tatakelola Informasi Publik
> Sekda Himbau PPID Optimalkan Pemanfaatan Website