Responsive image

Indikator Kinerja

Rabu, 15 Oktober 2014 admin Cetak

       Indikator Kinerja Utama merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Pemerintah Kabupaten Bima telah menetapkan Peraturan Bupati Bima Nomor 24 Tahun 2013 tentang  Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Bima. Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2013 hendak mewujudkan tujuan dan sasaran strategis pembangunan melalui penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:

A. Peningkatan Pendapatan Masyarakat

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran :
1) Meningkatnya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan Perluasan Lapangan Kerja melalui Pengembangan Komoditas Unggulan, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Menurunnya jumlah penduduk miskin sebesar 17.97 %.
  2. Meningkatnya paritas daya beli masyarakat sebesar Rp. 720.274.
  3. Peningkatan PDRB Per Kapita  untuk ADHK sebesar  Rp. 3.861.700.38 dan ADHB sebesar  Rp. 8.855.797.44.
  4. Meningkatnya  jumlah sarana dan prasarana penunjang  perekonomian : Rehabilitasi Terminal sebanyak 3 unit, Pembuatan Halte senayak 6 unit, Rehabilitasi Jembatan Timbang sebanyak 1 unit, Pembangunan Pasar tradisional sebanyak 3 unit.

2) Meningkatnya Efektifitas Program Penanggulangan Kemiskinan, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu : Penurunan jumlah pengangguran melalui peningkatan lapangan kerja alternatif bagi masyarakat sebesar 1.82 %.

3) Meningkatnya Penerimaan Daerah Melalui Optimalisasi Pengelolaan PAD dan sumber-sumber Penerimaan Daerah Lainnya, Indikator Kinerja Utama yaitu:

  1. Jumlah even-even kesenian dan budaya lokal yaitu 9 kegiatan.
  2. Jumlah promosi kepariwisataan  yaitu 4 kegiatan.
  3. Jumlah kunjungan wisatawan sejumlah 5.721 orang.
  4. Berkembangnya industri yang berbasis pada potensi sumber daya lokal sebesar 100 %.
  5. Berkembangnya usaha perdagangan baik skala kecil, menengah, maupun besar yaitu 100 %.

4) Mengembangkan Perencanaan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang, Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Menurunnya luas lahan kritis sebesar 56.242.70 Ha.
  2. Menurunnya kasus perladangan liar sebanyak 9 kasus.
  3. Menurunnya kasus ilegal logging  sebanyak 9 kasus.
  4. Dipertahankannya atau meningkatnya jumlah sumber-sumber mata air di Kabupaten Bima yaitu 41 buah.
  5. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30% atau lebih dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu 140.79 ha.
  6. Dipertahankannya kawasan peruntukan sawah  yaitu 31.596 Ha.
  7. Tersedianya perda tentang pengelolaan hutan sebanyak  2 buah.
  8. Dipertahankannya luas kawasan lindung sebesar 78.171 Ha.
  9. Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan sampah sebanyak 1 buah.

  
B. 
Peningkatan Ketahanan Pangan

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran Meningkatnya Penataan Sistem Ketahanan Pangan Daerah, Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya ketersediaan stok pangan  sebanyak  173.632 Ton.
  2. Meningkatnya keaneka ragaman konsumsi pangan bergizi  masyarakat Kab. Bima (Skor pola pangan harapan ) sebanyak  76.72 Ton.
  3. Meningkatnya jumlah produksi pertanian (beras)/produksi beras bersih sebanyak  200.604 Ton.
  4. Meningkatnya jumlah produksi perikanan sebanyak  24,718 Ton.
  5. Meningkatnya populasi ternak Kabupaten Bima terutama ternak Sapi sebanyak 90.418 Ekor.
  6. Menurunnya kasus penyakit ternak yang ditemukan sebanyak 4.500 Ekor

 
C. 
Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Kependudukan

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran :

1)     Meningkatnya Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan KB, Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatkan usia harapan hidup yaitu 70.95 Tahun.
  2. Menurunnya angka kematian bayi  sebanyak 25 Kasus.
  3. Menurunnya angka kematian balita sebanyak 13 Kasus.
  4. Menurunnya  gizi buruk sebanyak 24 Kasus.
  5. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan sebanyak 17 Kasus.
  6. Meningkatkan jumlah Akseptor KB aktif  sebesar  72.571 %.
  7. Meningkatnya angka cakupan pelayanan air bersih sebsar  91.45 %.
  8. Menekan prevalensi malaria  sebesar  8.25 %.
  9. Menekan prevalensi TB sebanyak 952 Kasus.
  10. Peningkatan akses terhadap sanitasi dasar (jamban keluarga) sebesar  89.84 %.
  11. Akses terhadap sumber air  bersih sebesar  91.45 %.
  12. Meningkatnya jumlah tenaga kesehatan sebanyak 1,464 Orang.
  13. Meningkatnya sarana pelayanan kesehatan sejumlah 742 Unit.
  14. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk sebesar  1.02 %.

 2)     Meningkatnya Aksesibilitas Pelayanan Pendidikan, Penuntasan Buta Aksara dan Putus Sekolah, Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya angka melek huruf  sebesar  99.26 %.
  2. Meningkatnya rata-rata lama sekolah yaitu 10.13 Tahun.
  3. Meningkatnya  Angka Partisipasi Kasar (APK)  untuk SD sebesar  105.52 %, untuk  SMP 97.04 %, untuk SMA   84.36 %.
  4. Meningkatnya Angka Partisipasi Murni (APM) untuk SD  sebesar 99.22 %, SMP  sebesar 94.22 %, SMA  sebesar 71.62 %.
  5. Meningkatnya rasio lokal/kelas dengan jumlah murid untuk SD/MI  sebesar 27 %, SMP/MTs  sebesar 33 %.
  6. Meningkatnya jumlah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan usia dini sejumlah 336 Unit.
  7. Meningkatnya jumlah guru yang mengikuti diklat peningkatan mutu sebesar  35.26 %.
  8. Meningkatnya jumlah guru yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi sebesar  0.85 %.

 D. Peningkatan Kesadaran, Pemahaman, dan Pengamalan Agama, serta nilai-nilai sosial budaya.

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran  Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan Agama, Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana peribadatatan (masjid/musholla/langgar) sebanyak 598 Buah
  2. Meningkatnya kualitas dan kuantitas da’i dan penyuluh agama sebanyak 672 Orang.
  3. Meningkatnya jumlah lembaga da’wah/ majelis ta’lim di Kabupaten Bima sebanyak 68 Buah.
  4. Meningkatnya jumlah Taman Pendidikan Al-qur'an (TPA/TPQ) sebanyak 1.000 Buah.

 
E. Mewujudkan Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan.

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran :

1)     Penataan Strategi Penanggulangan Bencana, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Tersedianya regulasi tentang sistim penanganan bencana di Kabupaten Bima sebanyak 2 Buah.
  2. Tertibnya kegiatan usaha pertambangan sejumlah 18 Kegiatan.
  3. Dipertahankannya kawasan peruntukan hutan bakau sebesar 40 Ha.
  4. Tersedianya dokumen perencanaan kawasan rawan bencana sejumlah 3 Dokumen.

2)     Mengembangkan kawasan strategis dan cepat tumbuh, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya pemberdayaan Lembaga dan Ormas Pedesaan pada 18 Kecamatan.
  2. Meningkatnya pemasyarakatan dan pendayagunaan Teknologi Tepat Guna dengan 4 kegiatan.
  3. Tersedianya data base desa melalui sistem pendataan profil desa pada 18 Kecamatan.
  4. Perbaikan kawasan kumuh sebesar 43.894 Ha.
  5. Tersedianya rumah layak huni sebanyak 42.451 Rumah.
  6. Terlaksananya pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tambora sejumlah 1 Kegiatan.
  7. Menurunnya jumlah rumah tangga yang belum terlayani listrik sebanyak 10.250 Kepala Keluarga.

3)     Pembangunan Infrastruktur Strategis (penuntasan penanganan jalan dan jembatan, sumber daya air/irigasi) , dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan dan jembatan ke kawasan-kawasan strategis berupa Peningkatan Jalan Kabupaten sepanjang 136.81 Kilometer dan Pembangunan /rehabilitasi jembatan sebanyak 12 buah.
  2. Peningkatan/rehabilitasi embung dan bangunan penampung air lainnya sejumlah 34 unit.
  3. Perluasan jaringan irigasi pertanian sebesar 42.4 Ha.

 
F. Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik.

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran Pengembangan Tata Kelola kepemerintahan yang mengedepankan prinsip-prinsip good governance, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya jumlah aparatur yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan baik teknis maupun fungsional sebanyak 536 orang.
  2. Meningkatnya sistem pengawasan internal dan pengendalian kebijakan internal sebanyak 163 laporan hasil pemeriksaan (LHP).
  3. Tercapainya Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebanyak 15 bidang.
  4. Meningkatnya status hasil pemeriksaan keuangan Kabupaten Bima dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
  5. Ditetapkan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi sebagai tindak lanjut pelaksanaan undang-undang keterbukaan informasi publik sejumlah 35 SKPD.

 G. Peningkatan Ketentraman, Ketertiban Masyarakat dan Penegakan Supremasi Hukum.

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran Meningkatnya Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

  1. Meningkatnya cakupan wilayah sosialisasi produk perundang-undangan  sejumlah 10 Kecamatan di Kabupaten Bima.
  2. Menurunnya angka kriminalitas, tindak kekerasan/kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya sebanyak 543 kasus.
  3. Meningkatnya kuantitas operasi tertib di wilayah hukum Kabupaten Bima sejumlah 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bima.

 H. Peningkatan Percepatan pembangunan kawasan strategis dan cepat tumbuh.

Tujuan ini diharapkan dapat dicapai melalui pencapaian sasaran Percepatan Pembangunan Kantor Pemerintahan Kabupaten Bima di Wilayah Woha, dengan Indikator Kinerja Utama yaitu :

Terlaksananya pembangunan infrastruktur perkantoran dan infrastruktur pendukung lainnya di wilayah Kecamatan Woha  yang terdiri dari Sosialisasi Perda RTRW di 3 Kecamatan, Penyusunan DED pusat Ibukota Kabupaten 1 dokumen, Penyusunan Ranperda RDTR Ibukota Kabupaten Bima 1 dokumen, Terlaksananya pemindahan ibukota Kabupaten Bima 1 kegiatan, Terbangunnya infrastruktur jalan pada ibukota Kabupaten sepanjang 15 kilometer, Terbangunnya infrastruktur jembatan pada ibukota Kabupaten sebanyak 1 buah, Terbangunnya infrastruktur utilitas drainase pada ibukota Kabupaten sebanyak 1 buah.