topleft topright

Karakteristik Umum Wilayah

A. GEOGRAFI DAN TOPOGRAFI

1. Geografi

1.1 Teritorial Wilayah
Kabupaten Bima terletak di ujung timur Propinsi Nusa Tenggara Barat bersebelahan dengan Kota Bima pemekaran dari Kabupaten Bima). Luas wilayah mencapai 4.389,400 km2. Terletak diantara: I17°.40’ — I I9°.24’ BT dan 700.30’ LS., dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Laut Flores
- Sebelah Timur : Selat Sape
- Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
- Sebelah Barat : Kabupaten Dompu

1.2 Sistem Sungai
Wilayah Kabupaten Bima banyak dialiri sungai, baik sungai besar maupun kecil. Dari sungai-sungai yang ada tersebut sekitar 26 sungai sudah diamanfaatkan untuk irigasi.

2. Keadaan Topografi
Wilayah Kabupaten Bima dikelilingi oleh pengunungan yang terdiri dari gunung Tambora di Kecamatan Tambora, gunung Sangiang di Kecamatan Wera, Gunung Maria di Kecamatan Wawo dan gunung soromandi di Kecamatan Donggo. Dan gunung Soromandi merupakan gunung yang tertinggi dengan ketinggian mencapai 477.5 m.

Tabel 1 : Luas dan Tinggi Kota Kecamatan dari Permukaan
Laut di Kabupaten Bima
 
NO
KECAMATAN
LUAS WILAYAH
IBU KOTA
KETINGGIAN
DI ATAS PERMUKAAN LAUT (m)
(Ha)
(KM2)
1
MONTA
22.743
227.430
TANGGA
 
2
PARADO
26.129
261.290
PARADO
 
3
MADAPANGGA
23.758
237.580
DENA
20
4
WOHA
37.557
375.570
TENTE
10
5
BELO
4.476
44.760
CENGGU
6
LANGGUDU
32.294
322.940
KARUMBU
50
7
WAWO
24.129
241.290
MARIA
8
SAPE
23.212
232.120
NARU
5
9
LAMBU
40.425
404.250
LAMBU
10
WERA
46.532
465.320
TAWALI
35
11
AMBALAWI
18.065
180.650
NIPA
6
12
DONGGO
13.041
130.410
O'O
13
SANGGAR
47.789
477.890
KORE
5
14
TAMBORA
62.782
627.820
LABUAN KANANGA
6
15
BOLO
6.293
62.930
SILA
10
16
SOROMANDI
33.508
335.080
SAMOUNGU
17
LAMBITU
6.540
65.400
TETA
 
18
PALIBELO
7.158
71.580
TEKE
 
TOTAL
438.940
4.389.400
 

Sumber Data : BPN Kab. Bima

Secara topografis wilayah kabupaten Bima sebagian besar (70%) merupakan dataran tinggi bertekstur pegunungan sementara sisanya (30%) adalah dataran rendah. Sekitar 14% dari proporsi dataran rendah tersebut merupakan areal persawahan dan Iebih dari separuh merupakan lahan kering. Oleh karena keterbatasan lahan pertanian seperti itu dan dikaitkan pertumbuhan penduduk kedepan, akan menyebabkan daya dukung lahan semakin sempit. Konsekuensinya diperlukan transformasi dan reorientasi basis ekonomi dari sektor pertanian tradisional ke wirausaha dan sektor industri kecil dan perdagangan. Dilihat dan ketinggian dari permukaàn laut, Kecamatan Donggo merupakan daerah tertinggi dengan ketinggian 500 m dari permukaan laut, sedangkan daerah yang terendah adalah Kecamatan sape dan Sanggar yang mencapai ketinggian hanya 5 m dari permukaan laut.


B. KEADAAN IKLIM


Tabel 2 : Data Hujan di Wilayah Kabupaten Bima
NO KECAMATAN 2005 2006 2007 RATA-RATA
CH HH CH HH CH HH CH HH
1
MONTA
517 96 793 96 1311 103 1747 226
2
BOLO
868 62 1276 72 582 45 2338 149
3
PARADO *
- - - - 570 92 - -
4
MADAPANGGA
467 32 1331 70 318 18 1904 108
5
WOHA
981 44 890 89 564 68 2059 156
6
BELO
873 43 1001 68 858 78 2160 137
7
PALIBELO *
556.3 117.0 1044.9 129.0 918.6 145.0 1907.4 294.3
8
LANGGUDU
400 80 571 159 498 47 1137 255
9
WAWO
1889 73 1405 85 1039 74 3640 183
10
LAMBITU *
- - - - 1082 108 - -
11
SAPE
790 46 820 63 399 42 1743 123
12
LAMBU
809 42 866 59 466 39 1830 114
13
WERA
661 30 932 52 1488 62 2089 103
14
AMBALAWI
880 60 1659 69 545 62 2721 150
15
DONGGO
559 83 532 96 238 50 1170 196
16
SOROMANDI *
- - - - 224 48 - -
17
SANGGAR
1439 69 689 52 560 68 2315 144
18
TAMBORA
1661 96 584 71 474 69 2403 190
Rata-rata 890 65 960 82 674 68 2078 168

Sumber Data : BMG Klas III M Salahuddin Bima
Keterangan :
CH : Curah Hujan
HH : Hari Hujan
* : Kecamatan Pemekaran Baru


Dari aspek iklim, keadaan curah hujan tahunan rata-rata lercatat 58.75 mm, maka dapat disimpulkan Kabupaten Bima adalah daerah berkategori kering sepanjang tahun, yang berdampak pada kecilnya persediaan air dan keringnya sebagian besar sungai. Curah hujan tertinggi pada bulan Februari tercatat 171 mm dengan hari hujan selama 15 hari dan musim kering terutama pada bulan Juli, Agustus dan September dimana tidak tejadi hujan. Kabupaten Bima pada umumnya merniliki drainase yang tergenang dan tidak tergenang. Pengaruh pasang surut hanya seluas 1.085 Ha atau 0,02% dengan lokasi terbesar di wilayah pesisir pantai. Sedangkan luas lokasi yang tergenang terus menerus adalah seluas 90 Ha yaitu wilayah Dam Roka dan Dam Sumi. Sedangkan Wilayah yang tidak pernah tergenang di Kabupaten Bima adalah seluas 458.093 Ha.


C. KEADAAN GEOLOGI DAN PENGGUNAAN LAHAN


1. Geologi, Kondisi Tanah :Tipe, kedalaman, erosi

Wilayah Kabupaten Bima dijumpai jenis tanah alluvial, komplit regosol, komplit litosol dan komplit mediteran. Masing-masing jenis tanah tersebut tersebar hampir diseluruh wilayah Kabupaten Bima. Adapun jenis tanah yang dominan adalah jenis tanah kompleks mediteran seluas 154,111 Ha, Sedangkan jenis tanah yang paling sedikit terdapat di Kabupaten Bima adalah kompleks Litosol dan Mediteran cokelat. Kedalaman efektif tanah (solurn) untuk seluruh jenis tanah yang dijumpai dapat dikelompokkan atas kelas kedalaman lebih dan 90 cm, 60-90 cm, 30-60 cm dan 30 cm.
Berdasarkan kedalaman efektif tanah, wilayah Kabupaten Bima sebagian besar memiliki kedalaman antara 60-90 cm dengan luas 23 1.093 Ha atau 50,3% dari luas wilayahnya. Sedangkan kelas kedalaman lebih dan 90 cm hanya seluas 37.247 Ha (8,2%) (Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 1-3). Tingkat erosi yang tenjadi pada wilayah Kabupaten Bima relatif tinggi dan luas. Wilayah yang telah mengalami erosi menjadi 419.889 Ha atau 91,3% dan luas wilayah dengan tingkat erosi sedikit, sedang, sampai berat. Erosi tanah dipengaruhi oleh curah hujan, kemiringan lahan, tekstur tanah, kandungan bahan organik, serta vegetasi penutup lahan.

Tabel 3 : Pembagian Wilayah Menurut Kedalaman Efektif Tanah
NO KECAMATAN KEDALAMAN EFEKTIF (Ha) JUMLAH (Ha)
>90 cm 60 - 90 cm 30 - 60 cm 0 - 30 cm
1
MONTA
1.535 38.588 2.240 8.540 48.881
2
BOLO
8.100 18.415 2.818 1.120 30.451
3
PARADO
- - - - -
4
MADAPANGGA
- - - - -
5
WOHA
0.32 3.537 4.692 1.040 10.557
6
BELO
2.752 9.799 2.760 2.810 18.118
7
PALIBELO
- - - - -
8
LANGGUDU
- - - - -
9
WAWO
0.224 16.542 11.040 17.773 45.572
10
LAMBITU
- - - - -
11
SAPE
5.780 28.418 28.259 3.200 63.837
12
LAMBU
- - - - -
13
WERA
2.832 10.700 40.315 10.750 64.597
14
AMBALAWI
- - - - -
15
DONGGO
0.642 14.400 39.082 1.625 46.594
16
SOROMANDI
- - - - -
17
SANGGAR
11.600 84.714 12.038 2.219 110.571
18
TAMBORA
- - - - -
JUMLAH TOTAL 33.617 225.113 138.886 49.077 428.994
Sumber Data : BPN Kab. Bima

2. Keadaan Lahan
Penggunaan lahan dapat dibedakan atas penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian dan non pertanian serta lahan kering Penggunaan lahan untuk masing-masing kecamatan didominasi oleh fungsi lahan pertanian seperti tegalan ladang, rumput, tanah, perkebunan maupun hutan rakyat adapun penggunaan lahan di wilayah kabupaten Bima
dirinci per kecamatan (dapat dilihat di pada Tabel 4).

Tabel 4 : Penggunaan Lahan DI Kabupaten Bima
 
NO
JENIS PENGGUNAAN LAHAN
LUAS (Ha)
%
1
Lahan Sawah a. Sawah Irigasi Teknis
-
-
    b. Sawah Irigasi Setengah Teknis
14.161
2.97
c. Sawah Irigasi Sederhana P.U
1.671
0.35
d. Sawah Irigasi Sederhana Non P.U
7.047
1.48
e. Sawah Tadah Hujan
5.053
1.06
f. Sawah Pasang Surut
-
-
Luas Tanah Sawah
27.937
5.86
2
Lahan Bukan Sawah a. Tanah Bangunan dan Pekarangan
3.548
0.74
    b. Tegal/Kebun
38.267
8.03
c. Ladang/Huma
6.464
1.36
d. Padang/Rumput Pengembalaan
15.589
3.27
e. Tanaman Kayu-Kayuan/Hutan Rakyat
43.088
9.04
f. Hutan Negara
247.985
52.05
g. Tanah Sementara Tidak Usahakan
23.033
4.83
h. Perkebunan
9.930
2.08
i. Tambak
2.769
0.58
j. Kolam/Tebat/Empang
38.372
8.05
k. Rawa-rawa yang tidak ditanami
287
0.06
l. Lain-lain
19.162
4.02
Luas Bukan Sawah
448.494
94.14
Luas Total
438.940
100

Sumber Data : BPN Kab. Bima

Tabel tersebut di atas juga menjelaskan bahwa luas lahan di Kabupaten Bima yang terdiri dari lahan sawah seluas 27.937 Ha atau 5.86 % sedangkan lahan bukan sawah seluas 448.494 (Ha) atau 94.14 % dari total keseluruhan lahan, hal ini menunjukkan bahwa lahan di Kabupaten Bima sebagian besar terdiri dari lahan bukan sawah dan
hampir sebagian kecil saja, yang terdiri dari lahan sawah.
Kabupaten Bima juga memiliki lahan dengan tingkat kemiringan terdiri dari 0-2%, 3-15%, 16-40%, dan lebih besar dari 40%. Tingkat kemiringan lebih besar sama dengan 16% mencapai lebih dari 50% dari luas wilayahnya, hal ini terjadi terutama di Kecamatan Wawo, Sanggar, Monta dan Donggo.

Tabel 5 : Kemiringan Lahan Kecamatan di Kabupaten Bima
NO KECAMATAN KELOMPOK KEMIRINGAN JUMLAH
0 - 2 % 3 - 150 % 16 - 40 % > 40 %
1
MONTA
4.016 6.100 29.054 9.711 48.881
2
BOLO
8.100 4.400 8.394 9.557 30.451
3
PARADO
- - - - -
4
MADAPANGGA
- - - - -
5
WOHA
4.593 784 2.464 2.716 10.557
6
BELO
4.409 4.208 7.693 2.169 18.118
7
PALIBELO
- - - - -
8
LANGGUDU
- - - - -
9
WAWO
68 8.080 14.480 22.951 45.579
10
LAMBITU
- - - - -
11
SAPE
5.760 11.792 4.272 41.813 63.637
12
LAMBU
- - - - -
13
WERA
2.832 11.700 26.796 23.692 64.597
14
AMBALAWI
- - - - -
15
DONGGO
1.024 12.100 20.163 13.262 46.549
16
SOROMANDI
- - - - -
17
SANGGAR
7500 37.548 32.400 33.123 110.571
18
TAMBORA
- - - - -
JUMLAH 38.302 96.712 145.716 158.994 439.724
% 8.71 21.99 33.14 36.16 100
Sumber Data : BPN Kab. Bima

Tabel tersebut diatas menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan yang memiliki lahan kemiringan sangat tajam yaitu Kecamatan Sape sekitar > 41.813 kemudian diikuti oleh Kecamatan Sanggar dengan kemiringan 33.123, adapun beberapa wilayah kecamatan yang tidak memiliki tingkat kemiringan yaitu : Parado, Madapangga, Langgudu, Lambu, Ambalawi, Tambora, Soromandi, Lambitu dan Palibelo
.

 

Login

Username
Password


Register
Forgot Password

Cuplikan Ayat Alquran



bse

Facebook BIMA


FB

Igos Summit

I Support IGOS Summit 2

Hubungi Kami

Online Chat :



email : admin@bimakab.go.id
Telp : 0374 - 43133
Fax : 0374 - 43133

Radio

 

Home | Pemerintahan | Dinas | Kontak

Copyright © 2008 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima. All Rights Reserved.