Responsive image

Rencana Tindak Darurat Bendungan Sumi Disosialisasikan

Kamis, 20 November 2014 admin Berita Terkini Cetak
Rencana Tindak Darurat  Bendungan Sumi     Disosialisasikan

Bupati Bima yajg diwakili oleh   Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra setda Kabupaten Bima Drs. H.Abdul Wahab bertempat di aula kantor camat Lambu pada Senin (17/11) membuka secara resmi Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan Sumi Kecamatan Lambu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya Air Ir. Mudjadi, M.Sc, tim Pemantau Bendungan Pusat yang diketuai Direktur Bina OP Dirjen Sumber Daya Air ( SDA) Ir. Hari Suprayogi, M.Eng, Kasubdit OP Bendungan Dit. Bina OP Ir.Joko Mulyono, ME, Kepala Balai Bendungan Ir. Tri Bayu Adji, beserta rombongan.

Sementara dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima, dihadiri kepala BPBD Kabupaten Bima Abdul Wahab Usman, SH, Camat Sape, camat Lambu, para kepala Desa yang berada di wilayah kecamatan Lambu.

Asisten I Setda Drs. H.Abdul Wahab menyampaikan, "bendungan memiliki manfaat besar sebagai sistem irigasi, sumber air minum dan pembangkit listrik; namun besarnya manfaat tersebut juga sama besarnya potensi bahaya yang ditimbulkan keruntuhan bangunan bendungan.

Sebab,  lanjutnya, kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya terjadi di lokasi bangunan bendungan tetapi menyebar sampai jauh ke hilir mencakup area yang luas. Meskipun saat ini kondisi fisik bendungan Sumi masih dalam keadaan aman dan tidak ada tanda – tanda akan adanya keruntuhan bendungan, namun rencana tindak darurat ( RTD) ini merupakan satu instrumen yang disusun untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan PP nomor : 37 tahun 2010 tentang bendungan"

RTD bendungan Sumi kata Wahab,  ditujukan untuk mengenali problem yang mengancam keamanan bendungan dan mempersiapkan upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa dan mengurangi kerusakan harta benda bila terjadi keruntuhan bendungan.  Sekaligus merupakan panduan bagi pengelola bendungan dan pemerintah daerah, BPBD serta instansi terkait dalam mengambil tindakan dan langkah apabila terjadi situasi darurat bendungan Sumi.

Menutup arahannya,  Wahab  berharap dengan adanya sosialisasi ini,  camat, kepala desa, warga masyarakat yang berdomisili di wilayah cakupan bendungan akan dapat mengenali permasalahan yang mengancam keamanan bendungan, mempercepat respon yang efektif untuk mencegah terjadinya reruntuhan bendungan dan mepersiapkan segala upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa.

Sementara itu,  Camat Lambu Drs. H.Mustafa, M.AP dalam pengantar menyampaikan,   dengan adanya sosialisasi seperti ini masyarakat akan mengetahui  langkah apa yang harus diambil apabila bendungan Sumi tersebut mengalami keruntuhan sehingga kedepan masyarakat akan lebih sigap dalam rangka menyelamatkan dirinya

Mustafa menambahkan, "bendungan juga sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan  air dan sumber listrik bagi warga. Untuk itu dirinya selaku camat Lambu menghimbau kepada seluruh aparatur agar dapat menyimak dengan seksama materi yang disampaikan narasumber.

Mengakhiri amanatnya, Mustafa menghimbau para warga agar turut menjaga kelestarian lingkungan.   Mari kita selalu menjaga lingkungan hutan dengan tidak   menebang pohon yang dapat mengakibatkan bahaya banjir; Imbuhnya.

Selanjutnya konsultan PT. Wahana Krida Konsulindo Enginering Consultan _ Denpasar   Wiriyanti Arif menyatakan, berdasarkan hasil foto lewat satelit dan kunjungan ke  lokasi bendungan luas reservoir (daerah genangan) bendungan sumi mencapai 155,6 Ha dengan tampungan waduk sebesar 19,4 juta m3.  Bendungan sumi memiliki tinggi 45,00 meter dengan panjang puncak bendungan 285,00 meter dengan elevasi puncak 100 meter.

Menurut nya, secara teknis,  bendungan sumi dibangun dengan perencanaan yang baik dimana saat ini bendungan dalam kondisi aman dan layak beroperasi. Namun demikian, diperlukan peran aktif masyarakat untuk mencegah terjadinya kerusakan bendungan dengan cara memberikan informasi kepada pengawas bendungan apabila ada hal yang mencurigakan disekitar bendungan (humas)