Responsive image

IPM Kabupaten Bima Meningkat

Rabu, 29 Maret 2017 admin Berita Terkini Cetak

Pada kesempatan Musrenbang tahun 2017 tingkat kabupaten Bima di Gedung PKK Kabupaten Bima, Wakil Bupati Bima Drs.H.Dahlan H.M. Noer mengemukakan, secara bertahap, bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari  tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini bisa dilihat sejak tahun 2011 sebesar  60,62 naik menjadi 63,48 pada tahun 2015.”  Ukuran ini menggambarkan bahwa pembangunan daerah kita telah berada pada jalur dan rel yang benar dan hasil pembangunan itu sendiri secara bertahap telah dapat dinikmati oleh masyarakat; “ Ungkap Wabub. Diakuiya, salah satu contohnya pada bidang Pendidikan sebagai bidang yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, telah berhasil meningkatkan angka melek huruf dari 86,23% pada tahun 2011 menjadi 99,87 pada tahun 2015.

Demikian pula di Bidang Kesehatan,   telah berhasil menaikan angka harapan hidup dari 64,32 tahun pada 2012  menjadi  64,86 pada tahun 2015. Hal ini berjalan paralel dengan intervensi program kesehatan yang berdimensi non-fisik seperti pelayanan kesehatan  dasar dan rujukan, promosi kesehatan serta pola prilaku hidup Bersih dan sehat di tengah-tengah masyarakat. Terkait  dengan meningkatnya cakupan pelayanan air bersih dan sanitasi yang terus  digalakkan dalam berbagai sistem pembiayaan yang ada.

Di Bidang Infrastruktur, sudah terlihat komitmen nyata pemerintah untuk melaksanakan mimpi kita memindahkan IbuKota Kabupaten Bima dari wilayah Kota Bima ke wilayah Woha, Saat ini kita tengah menyelesaikan pembangunan / finishing kantor Bupati Bima dan 8 (delapan) unit kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah  lainnya.

Sebagai langkah awal, kami mengapresiasi langkah Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Perhubungan dan  BPBD yang telah menempati kantor-kantor tersebut, seterusnya dalam waktu dekat akan terus diikuti oleh SKPD yang lain.  Saya bangga karena para pimpinan dan Staf SKPD  sudah memberikan contoh nyata berkantor di woha walaupun harus menghadapi lingkungan yang baru dan medan jalan yang belum mulus.

 

 

Wabub Bima : Musrenbang Harus Hasilkan Dokumen Perencanaan Yang Rasional

Musrenbang merupakan salah satu instrumen penting untuk menghasilkan rencana kerja Pemerintah Daerah  untuk satu  tahun ke depan. “ Saya harapkan berbagai program dan kegiatan yang diusulkan dapat didiskusikan dan dikritisi secara konstruktif dan komprehensif, sehingga dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang rasional dan realistis sesuai kemampuan pendanaan yang ada dengan berpedoman pada visi dan misi serta tema pembangunan dengan memperhatikan isu strategis pembangunan Kabupaten Bima tahun 2018.” Harap Wabub Dahlan.

Kepada seluruh peserta musrenbang, lebih khusus kepala SKPD dan jajarannya serta delegasi kecamatan, Wabub Dahlan menginstruksikan untuk mengikuti rangkaian pelaksanaan kegiatan ini secara serius sehingga apapun hasil pencapaian yang disepakati nantinya dalam rangka merumuskan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 terutama program dan pembangunan yang akan dilaksanakan.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs. H.Muzakir, M.Sc mengemukakan, musrenbang dilaksanakan dalam rangka mematangkan rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Bima berdasarkan renja SKPD yang dihasilkan melalui forum SKPD , musrenbang kecamatan dengan cara menyelaraskan subtansi antar rancangan renja masing – masing SKPD yang hasilnya digunakan untuk pemutakiran rancangan RKPD.

Kepala Bappeda Provinsi NTB yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda Drs. Sigit Catur Prasetyo, SE bahwa terkait dengan kebijakan Nasional pada tahun 2018 menetapkan kawasan ekonomi khusus Mandalika sebagai salah satu di antara tiga prioritas Nasional, sehingga dengan adanya prioritas nasional ini harus di dukung dengan peningkatan aksebilitas dan konektivitas wilayah yang memadai. Selain Mandalika sebagai titik focus utama pengembangan, kedepan adalah pembangunan global hubungan bandara kayangan di Kabupaten Lombok Utara dan pengembangan kawasan teluk saleh, pulau moyo dan gunung tambora (samota).

Hasil musrenbang tingkat Kabupaten dan Kota akan dibahas dalam pra musrenbang provinsi yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 3 s/d 5 April 2017 dan akan disusul musrenbang provinsi yang akan dilaksanakan tanggal 6 April 2017 dengan thema mewujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi melalui pemantapan infrastruktur dan memacu investasi untuk penanggulangan kemiskinan. (humas – 03)